
Pelangiqq.biz -Apakah Anda suka mengunyah es batu?
Mungkin terdengarnya menarik. Apalagi di tengah udara yang panas.
Namun, jika Anda memiliki kebiasaan ini dan terlalu sering melakukannya, maka Anda harus waspada.
Mengapa?
Mungkin terdengarnya menarik. Apalagi di tengah udara yang panas.
Namun, jika Anda memiliki kebiasaan ini dan terlalu sering melakukannya, maka Anda harus waspada.
Mengapa?
Dalam medis, kebiasaan untuk mengunyah es batu disebut pica.
Pica adalah kebiasaan mengunyah atau memakan benda yang tak lazim.
Biasanya, pica dialami oleh anak-anak, namun kebiasaan mengunyah es batu dikenal dengan pagophagia dan ini dapat terjadi pada segala usia.
Pisa biasanya muncul saat seseorang kekurangan suatu nutris tertentu pada tubuh.
Sementara pada pagophagia, kondisi tersebut muncul akibat penderita mengalami kekurangan zat besi atau anemia.
Pelangibet.net - Hanya saja, untuk masuk dalam kategori pagophagia atau kecanduan mengunyah es batu, Anda harus memiliki gejala selama satu bulan atau lebih.
Seperti ia akan mencari es batu secara terus-menerus dan dapat mengunyah es dari freezer untuk memenuhi keinginannya.
Lalu bahayakah jika kita memiliki kebiasaan suka mengunyah es batu?
jika Anda memiliki kebiasaan mengunyah es batu, maka Anda memiliki tanda kekurangan gizi atau gangguan makanan.
Dan hal ini dapat merusak kualitas hidup kita.
Sebuah penelitian yang mengevaluasi perilaki 81 pasien yang menderita anemia defisiensi besi, menemukan bahwa pagophagia merupakan kondisi yang sering ditemui.
Tercatat, sekitar 16% dari peserta mengalami pagophagoa memperlihatkan gejala kekurangan zat besi.
Beberapa teori mengatakan bahwa kekurangan zat besi dapat menyebabkan gejala seperti nyeri pada lidah, mulut kering, berkurangnya kemampuan mengecap, dan kesulitan menelan.
Dan dengan kebiasaan mengunyah es batu, gejala di atas bisa mengurangi rasa tidak nyaman.
Seorang psikolog dari universitas Pennsylvania, Melissa Hunt, Ph. D memperkirakan bahwa saat seseorang mengunyah es batu, maka ia dapat merangsang perubahan pada peredaran darah di otak.
Pada akhirnya, hal ini akan meningkatkan suplai oksigen ke otak. Lalu peningkatan aliran oksigen ini dapat meningkatkan kewaspadaan dan kecepatan berpikir.
“Ketika suhu dingin menyentuh wajah, suhu dingin tersebut akan menyempitkan pembuluh darah tepi,” ucap Melissa.
“Dan sebagai gantinya, mengalirkan lebih banyak darah ke otak. Hal inilah yang menyebabkan peningkatan kerja otak.”
Para peneliti tidak mengatakan kebiasaan mengunyah es batu mungkin tak memberikan dampak seburuh dan seberbahaya merokok atau minum alkohol.
Hanya saja, dampak terbesar yang akan dialami oleh penderita pagophagia adalah masalah pada gigi dan rahang.
Kebiasaan mengunyah es dapat mengikis gigi dan merusak gusi.
Lalu Anda juga mungkin akan mengalami nyeri pada otot-otot rahang atau gangguan pada sendi rahang.
Jika kondisi ini tidak diobati, maka penderita memiliki beberapa risiko. Misalnya, masalah jantung, termasuk pembesaran jantung dan gagal jantung.
Atau bagi ibu hamil bisa ada kelahiran prematur da berat badan lahir rendah. Dan pada bayi dan anak-anak seperti gangguan perkembangan dan pertumbuhan fisik.
Pica adalah kebiasaan mengunyah atau memakan benda yang tak lazim.
Biasanya, pica dialami oleh anak-anak, namun kebiasaan mengunyah es batu dikenal dengan pagophagia dan ini dapat terjadi pada segala usia.
Pisa biasanya muncul saat seseorang kekurangan suatu nutris tertentu pada tubuh.
Sementara pada pagophagia, kondisi tersebut muncul akibat penderita mengalami kekurangan zat besi atau anemia.
Pelangibet.net - Hanya saja, untuk masuk dalam kategori pagophagia atau kecanduan mengunyah es batu, Anda harus memiliki gejala selama satu bulan atau lebih.
Seperti ia akan mencari es batu secara terus-menerus dan dapat mengunyah es dari freezer untuk memenuhi keinginannya.
Lalu bahayakah jika kita memiliki kebiasaan suka mengunyah es batu?
jika Anda memiliki kebiasaan mengunyah es batu, maka Anda memiliki tanda kekurangan gizi atau gangguan makanan.
Dan hal ini dapat merusak kualitas hidup kita.
Kekurangan zat besi
Sebuah penelitian yang mengevaluasi perilaki 81 pasien yang menderita anemia defisiensi besi, menemukan bahwa pagophagia merupakan kondisi yang sering ditemui.
Tercatat, sekitar 16% dari peserta mengalami pagophagoa memperlihatkan gejala kekurangan zat besi.
Beberapa teori mengatakan bahwa kekurangan zat besi dapat menyebabkan gejala seperti nyeri pada lidah, mulut kering, berkurangnya kemampuan mengecap, dan kesulitan menelan.
Dan dengan kebiasaan mengunyah es batu, gejala di atas bisa mengurangi rasa tidak nyaman.
Peningkatan kerja otak
Seorang psikolog dari universitas Pennsylvania, Melissa Hunt, Ph. D memperkirakan bahwa saat seseorang mengunyah es batu, maka ia dapat merangsang perubahan pada peredaran darah di otak.
Pada akhirnya, hal ini akan meningkatkan suplai oksigen ke otak. Lalu peningkatan aliran oksigen ini dapat meningkatkan kewaspadaan dan kecepatan berpikir.
“Ketika suhu dingin menyentuh wajah, suhu dingin tersebut akan menyempitkan pembuluh darah tepi,” ucap Melissa.
“Dan sebagai gantinya, mengalirkan lebih banyak darah ke otak. Hal inilah yang menyebabkan peningkatan kerja otak.”
Masalah pada gigi
Para peneliti tidak mengatakan kebiasaan mengunyah es batu mungkin tak memberikan dampak seburuh dan seberbahaya merokok atau minum alkohol.
Hanya saja, dampak terbesar yang akan dialami oleh penderita pagophagia adalah masalah pada gigi dan rahang.
Kebiasaan mengunyah es dapat mengikis gigi dan merusak gusi.
Lalu Anda juga mungkin akan mengalami nyeri pada otot-otot rahang atau gangguan pada sendi rahang.
Jika kondisi ini tidak diobati, maka penderita memiliki beberapa risiko. Misalnya, masalah jantung, termasuk pembesaran jantung dan gagal jantung.
Atau bagi ibu hamil bisa ada kelahiran prematur da berat badan lahir rendah. Dan pada bayi dan anak-anak seperti gangguan perkembangan dan pertumbuhan fisik.
BBM : E37271BF
Skype : Pelangi QQ
WA : +62812-3180-4952
Cs Ramah Dan Cantik Siap Membantu Anda
24 Jam NonStop ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar